Business in New Normal

          Kita tahu bahwa selama pandemic Covid-19 banyak sekali perusahaan dan berbagai macam UMKM yang mengalami kerugian. Dilansir dari bisnis.com, sektor yang paling banyak mengalami kerugian adalah industri pariwisata yaitu sebesar Rp 21 triliun. Namun banyak juga sektor lain yang saat ini berjuang agar perusahaannya mampu mengurangi kerugian akibat pandemic Covid-19.

            Lalu, apa yang bisa dilakukan di masa-masa seperti ini?. Pemerintah sendiri telah menerapkan kebijakan new normal yang mulai dilakukan dari tanggal 1 Juni 2020 untuk beberapa area tertentu. Menurut Wiku Adisasmita selaku ketua tim pakar gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktifitas normal. Dia juga mengatakan masyarakat akan menjalani kehidupan new normal hingga ditemukan vaksin, yang dapat digunakan untuk menangkal virus corona. Maka secara tidak langsung kita harus mulai membiasakan diri untuk melakukan perubahan perilaku tersebut entah sampai kapan, karena saat ini vaksin corona nyatanya masih belum ada yang valid.

            Diluar dari segala bentuk pro dan kontra tentang adanya new normal.Online” adalah kata yang paling tepat untuk solusi di masa-masa pandemic seperti saat ini. Coba kita bedah sedikit tentang bisnis online selama ini. Dilansir dari wartaekonomi.co.id pada tgl 19 Februari 2019, salah satu industri yang mendasarkan pada online system yaitu e-commerce telah mengalami pertumbuhan yang sangat menarik dari tahun ke tahun. BPS juga mencatat, industri e-commerce Indonesia dalam 10 tahun terakhir meningkat hingga 17 persen dengan total jumlah usaha e-commerce mencapai 26,2 juta unit di tahun 2019. Lalu bagaimana di masa pandemic seperti ini?. Tentu saja untuk masa-masa seperti ini justru menjadi pendorong perekonomian di Indonesia. Hal tersebut pernah dikutip di ekonomi.bisnis.com oleh Mia Chitra Dinisari pada tgl 17 April 2020. Jadi, siapkah anda??.

           Kebiasaan harus mulai kita ubah, mulai perhatikan peluang dan berbagai kesempatan yang ada. Karena, banyak hal yang kita merasa tidak penting di masa ini, ternyata sangat berguna di masa yang akan datang.

https://www.linkedin.com/pulse/learn-do-new-normal-achmad-tri-septian-hadi